Kehidupan ini akan terasa membahagiakan jika dapat menghadapinya dengan bijak. Persoalannya adalah ketidakmampuan mental kita menghadapi kehidupan ini.
Suasana batin kita masih rapuh sehingga mudah mengalami kemerosotan batin. Seseorang menjadi tidak terkendali ketika perubahan yang muncul adalah perubahan yang tidak diinginkan. Akhirnya orang tersebut menjadi marah, jengkel, kecewa, dan kegundahan batin lainnya.
Suasana hati yang kita miliki masih tergantung dengan kondisi yang ada. Jika suasana hati di luar kita baik, kita masih dapat mempertahankan kebaikan kita, tetapi jika suasana di luar kita tidak menyenangkan, suasana batin kita menjadi tidak terkendali. Batin yang rapuh inilah yang membuat kita jauh dari ketenangan dan kedamaian.
Oleh karena itu, seseorang harus berusaha keras untuk mendewasakan batinnya. Memang, perjuangan untuk mendewasakan batin tidak mudah, tetapi kemauan dan kerja keras kita perlahan namun pasti akan menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan seseorang.
Kedewasaan batin sangat penting dalam kehidupan ini karena risiko kehidupan pasti akan dihadapi oleh semua orang.
Sebenarnya kalau kita cermat memperhatikan diri kita, ego kitalah yang membuat suasana hati selalu berubah. Ego membuat manusia ingin bertahan dalam posisinya. Manusia tidak menyadari bahwa perubahan yang setiap saat terjadi menunjukkan bahwa hukum kesementaraan ada dalam kehidupan ini.
Ego yang dianggap orang sebagai sesuatu yang kekal ternyata hanya khayalan semata. Oleh karenanya tidak ada manfaatnya mempertahankan ego ini.
Untuk itu ditekankanlah mempersiapkan kondisi mental yang dewasa agar suasana hati senantiasa terkendali.
Sang Buddha telah memberikan teladan kepada kita semua tentang bagaimana menghadapi kehidupan yang selalu berubah ini tanpa terjerumus pada kemerosotan batin.
Beliau selalu tenang menghadapi kesulitan yang menghadang. Teladan tersebut seharusnya menjadi inspirasi yang baik bagi kita semua untuk mendewasakan batin kita.
Adapun langkah yang harus dipersiapkan untuk menjaga suasana hati kita adalah:
1. Jangan sampai pikiran terpengaruh
2. Timbang rasa dan kebaikan hati
3. Jangan terburu-terburu dalam segala hal
4. Kembangkan cinta kasih kepada semua makhluk
Langkah-langkah tersebut di atas harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan apapun yang dihadapi hendaknya dihadapi dengan langkah-langkah tersebut. Suasana hati menjadi tidak terkendali karena kita masih belum mantap dalam hal batin.
Oleh karena itu dengan praktik Ajaran Sang Buddha dalam kesungguhan dan ketulusan, batin akan menjadi dewasa sehingga suasana hati menjadi terkendali setiap saat. Kemauan dan kerja keras merealisasikan keempat langkah tersebut di atas akan menghasilkan sesuatu yang positif bagi hidup semuanya.
Selamat bekerja untuk membangun kualitas batin yang dewasa. mari sama sama berlatih.
anumodana _/\_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar